Teori inflasi
INFLASI
APA ITU INFLASI
Inflasi adalah dimana keadaan suatu nilai keuangan yang menurun dikarenakan harga – harga barang mengalami kenaikan. Pada tahun 2011 anda bisa membeli mie goreng dengan harga Rp.1000, Pada tahun 2020 anda bisa membeli mie goreng dengan harga Rp. 2.500. inilah namanya inflasi, inflasi pada dasarnya akan terjadi setiap tahun.
Peristiwa keuangan ( moneter ) ini sangat penting dimana terjadi hampir di seluruh negara. Sedangkan definisi singkat inflasi dari Boediono, inflasi adalah kecenderungan harga – harga naik secara umum dan sistematis. Kenaikan harga dari satu atau dua barang tidak disebut dengan inflasi, terkecuali barang tersebut meluas kenaikannya terhadap sebagian besar dari harga – harga lain.
Syarat adanya kecondongan menaik yang terus menerus juga penting diingat. Kenaikan harga – harga karena, contohnya, musimann, menjelang hari – hari besar seperti hari raya, atau yang terjadi sekali saja tidak disebut dengan inflasi. Kenaikan harga semacam ini tidak dianggap dengan penyakit ekononomi dan tidak membutuhkan kebijaksanaan khusus untuk menanggulinya.
Kecondongan atau kecenderungan disini penting digaris bawahi, kalau harga – harga dari mayoritas diatur atau ditentukan oleh pemerintah, maka harga yang dicatat pada biro statistik tidak menunjukkan kenaikan apapun ( karena yang catat sah dari pemerintahan ).
Akan tetapi, sebenarnya tetap saja ini dinamakan inflasi karena ada unsur inflasi di dalamnya. Misalnya, ada harga – harga pasar bebas atau harga – harga yang tidak resmi. Yang mana lebih tinggi dari harga resmi. Kasus ini sering disebut oleh para ekonom dengan sebutan “ Suppressed inflation “ atau inflasi yang ditutupi. yang pada suatu kejadian akan muncul harga – harga resmi makin tidak berkaitan dengan kenyataan.
JENIS - JENIS INFLASI
Ada beragam caraa untuk mengelompokkan macam inflasi, dan pengelompokan mana yang kita pilih tergantung pada tujuan kita.
Pengelompokkan pertama didasarkan atas parah tidaknya inflasi terkandung. Beberapa macam inflasi :
1. Inflasi kecil ( dibawah 10% setahun )
2. Inflasi sedang ( antara 10% - 30% setahun )
3. Inflasi berat ( antara 30 – 100% setahun )
4. Hiperinflasi ( di atas 100% setahun )
Penentuan parahnya suatu inflasi tentu saja sangat nisbi dan tergantung pada selera anda menamakannya. Kita tidak bisa menentukan suatu inflasi hanya dari sudut laju inflasi saja. Karena inflasi dirasakan oleh orang tertentu saja maka dinamakan dengan infllasi kecil atau tidak parah.
Kalau seandainya laju inflasi adlah 30 % dan semuanya berasal dari kenaikan dari barang - barang yang dibeli oleh kelompok tertentu yang berpendapatan rendah, maka seharusnya kita namakannya inflasi parah.
Pengelompokan kedua adalah atas dasar sebab musabab bermula dari inflasi. Atas dasar ini kita kategorikan 2 macam inflasi:
1. Inflasi yang timbul karena demand ( permintaan ) masyarakat terhadap berbagai barang kuat. Inflasi ini disebut dengan demand inflation
2. Inflasi yang muncul karena kenaikan ongkos produksi, ini disebut cost production.
0 Response to "Teori inflasi"
Posting Komentar